Blog Competition
Lomba Penulisan Artikel Di Blog Untuk Kalangan Pelajar Dan Mahasiswa (Universitas Jambi)
Fotografi bukan cuma sekedar Selfie
Kalangan muda biasanya menggunakan kamera hanya untuk hunting a.k.a Selfie belaka. Cobalah hal-hal baru.
Kabut asap masih menyelimuti wilayah Jambi dan daerah lainnya
Kabut asap dapat menyebabkan sesak nafas,mata merah, dan penyakit kecil lainnya.
Serunya Dunia SMK
Teman-teman sekolah di SMK bisa jadi mitra kerja di dunia usaha kelak
Gebyar TIK 2015 diadakan di Hotel Novita Jambi
Berbeda dari tahun sebelumnya, gebyar TIK 2015 diadakan di Hotel Novita,dan pada tahun sebelumnya diadakan di Jambi Town Square (Jamtos)
Selasa, 16 Januari 2024
Rabu, 09 Mei 2018
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) GenBI Jambi 2018 (Part II)
Setelah ishoma dan istirahat, seluruh peserta LDK GenBI Jambi 2018 kembali berkumpul untuk memulai permainan dan beberapa aktivitas lainnya. Kegiatan diawali dengan games, dimana seluruh peserta dikumpulkan kemudian berdiri merangkul teman disamping kanan dan kiri sehingga terbentuklah sebuah lingkaran yang sangat besar. Aturan mainnya yaitu cukup mendengarkan aba-aba dari instruktur dan kemudian mengikutinya. Dan yang tidak melakukan arahan yang disampaikan oleh instruktur maka dinyatakan kalah.Setelah itu, baru kemudian masing-masing tim berkumpul dan kemudian diberikan arahan oleh panitia, arahan terkait dengan aturan-aturan yang harus diikuti selama memainkan games.
Total ada 10 permainan/games yang harus diikuti oleh masing-masing kelompok, mulai dari games Puzzel, memindahkan bola dengan benang, Jaring laba-laba, memecahkan balon dengan mata tertutup, bambu gila, dan sebagainya. Permainan berlangsung sangat seru, bahkan terik sinar matahari tidak dieluhkan selama permainan ini berlangsung. Ini merupakan tanda bahwa peserta LDK GenBI Jambi menikmati permainan yang telah disediakan oleh panitia.Seluruh permainan selesai dimainkan pada pukul 16:00 WIB. Dengan rasa bahagia dan lelah, seluruh peserta diperbolehkan menuju kamar masing-masing untuk mandi, beristirahat, makan malam, dll sebelum mengikuti kegiatan pada malah hari, yaitu pembacaan LPJ BPH GenBI 2017 dan pemilihan BPH GenBI 2018 serta penampilan seni dan api unggun (Acara Kebersamaan)
Pada malam hari, acara dimulai pada pukul 19:00. Diawali dengan penyampaian pengalaman, kesan dan pesan oleh BPH GenBI 2017, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) GenBI Jambi 2017 oleh ketua GenBI Jambi, Robi Firnando. Dan kemudian pemilihan BPH GenBI Jambi 2018.Adapun yang terpilih menjadi Ketua GenBI 2018 adalah Wandoyo, Mahasiswa Fisipol Unja. Setelah acara pemilihan BPH selesai, maka acara yang ditunggu-tunggupun tiba. Yaitu api unggun dan penampilan seni dari masing-masing kelompok. Ada beberapa penampilan seni yang dibawakan oleh masing-masing kelompk, seperti menyanyi, musikalisasi puisi, drama, puisi berantai, dll. Hingga tak terasa waktu sudah pukul 12:30 WIB dan kamipun menyudahi acara tersebut dengan mata mengantuk namun dengan hati yang ceria.
Keesokan paginya, sekitar pukul 06:30 WIB seluruh peserta dikumpulkan kembali untuk menggelar senam pagi bersama. Senam yang dipimpin oleh kak Kiboy ini diikuti bukan hanya oleh peserta, tapi seluruh panitia. Diakhir senam kami bersama-sama menyantap sarapan pagi.
Pukul 09:00 WIB, kami sudah bergerak kambali pulang meninggalkan lokasi LDK namun tetap membawa ilmu, pengalaman, dan kenangan yang tidak terlupakan selama kegiatan LDK GenBI Jambi 2018 ini berlangsung.
GENBI !!!
ENEGRI UNTUK NEGERI !!!
Ditulis oleh :
Daniel Estomihi Purba
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) GenBI Jambi 2018 (Part I)
Pada hari Sabtu, 28 April 2018, para penerima beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) mengikuti agenda pertama mereka sebagai anggota GenBI 2018, yaitu mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan atau LDK.
![]() |
| Instagram : @genbi_jambi |
Kegiatan LDK ini diawali dengan seminar kepemimpinan yang dibawakan oleh Bapak Saidina Usman, S.Sos., M.Phil, beliau merupakan dosen di Fisipol Unja dan juga seorang aktivis kampus dimasa mudanya. Tema seminar pada kesempatan kali ini yaitu : Menumbuhkan Jiwa Intelektual dan Kepemimpinan Sebagai Bekal Pemimpin di Masa Depan.Tema yang menurut saya sangat menarik untuk dipahami dan didiskusikan, karena Mahasiswa yang katanya Makhluk Intelektual justru kadang tidak menggunakan intelektualnya dalam beberapa situasi dan kondisi, khususnya menjelang tahun politik.
Dalam materinya, Pak Saidina Usman, S.Sos., M.Phil mengungkapkan, ada 4 hal utama yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa dalam menghadapi tantangan dimasa depan.
Yang pertama yaitu Pergantian posisi di pemerintahan. Mahasiswa saat ini dalam 10 sampai 15 tahun kedepan adalah orang-orang yang duduk mengisi kursi pemerintahan. Oleh karena itu, pendampingan terkait dengan pengembangan jiwa intelektual dan kepemimpinan sangat sangat diperlukan agar para mahasiswa yang kini duduk di bangku perkuliahan siap untuk pindah tempat duduk ke pemerintahan.
![]() |
| Instagram : @genbi_jambi |
Kedua yaitu persiapan menghadapi Revolusi Industri 4.0, Revolusi ini sudah tidak menggunakan otot manusia lagi dalam bekerja. Semua peralatan sudah menggunakan superkomputer dan sistem robotik. Artinya, peluang untuk mendapatkan pekerjaan sudah semakin kecil. Disinilah kemudian para mahasiswa diuji keterampilannya dalam menghadapi situasi yang seperti ini.
Ketiga, bulatkan tekad dan tawakal. Ada banyak mahasiswa yang "Stop" ditengah jalan karena alasan yang tidak masuk akal. Mulai dari permasalahan ekonomi, salah jurusan, tidak semangat kuliah, dll. Ini sebainya tidak ada dalam kamus seorang mahasiswa. Mahasiswa selalu dituntut untuk memiliki tekad yang bulat dan tawakal dalam menjalankan perannya sebagai mahasiswa. Jika hal ini dilakukan, maka produk mahasiswa yang dilahirkan pun niscaya akan berkualitas dan berkapasitas. Sesuai dengan apa yang jaman tuntutkan.
Terakhir, pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam tri dharma perguruan tinggi, ada 3 hal yang dituntut untuk terjadi dilingkungan akademik, yang pertama yaitu proses belajar mengajar, kedua penelitian ilmu pengetahuan, dan ketiga pengabdian masyarakat. Mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap 3 poin ini, karena dipundak mahasiswa ada kata "Agent of Change"
![]() |
| Instagram : @genbi_jambi |
Acara yang diselenggarakan di Mitra Aksi Foundation (MAF) yang terletak di Pijoan, Muaro Jambi ini dimulai pukul 09:00 WIB dan selesai pada pukul 11:30. Kemudian dilanjutkan dengan Ishoma dan Istirahat dan kemudian melanjutkan kegiatan pada pukul 14:30.
(Lanjut ke part II)
Selasa, 20 Maret 2018
Jagoan Hosting : Jawaban Atas Sebuah Penantian #WaktunyaMoveOnSob
Era digitalisasi saat ini merambah keseluruh lini kehidupan
manusia. Era digitalisasi ini sejalan dengan perkembangan teknologi informasi
dan komunikasi. Dalam perkembangan suatu era, mereka menjadi yang tercepat
dalam memperoleh Informasi adalah mereka yang menguasai dunia. Oleh sebab itu,
wajar saja jika banyak dari kita yang tidak bisa menguasai dunia dan kini
cenderung kita yang dikuasai oleh dunia.
Era digitalisasi juga erat kaitannya dengan dunia marketing
(bisnis), tidak sedikit anak-anak muda terjun ke lapangan untuk mencoba
berjualan atau mempromosikan barang/jasa dagangannya. Demi memenangkan
persaingan bisnis, biasanya ide-ide kreatif muncul dan bisa menjadi tawaran
baru dalam dunia bisnis. Ide-ide ini yang kemudian dikaji ulang demi memenuhi
standar kelayakan bisnis yang dilakukan oleh pemuda Indonesia, khususnya para “Start Up”. Adanya fasilitas dan
pendamping yang mendampingi diharapkan mampu untuk Tentu metode-metode yang seperti ini yang
sepertinya sudah ditinggalkan. Sistem menunggu atau menjtmput bola kini
bertransformasi menjadi sistem mencari atau menemukan bola, tentu dalam
menjalankan sistem ini diperlukan support baik dalam bentuk hardware maupun
software.
![]() |
| Websitenya Cantik :) |
JagoanHosting menjadi solusi dari tantangan-tantangan yang hadir
ditengah-tengah kita, khususnya generasi millennial yang kini mencoba merubah
sistem berjualan misalnya dari konvensional menjadi sistem on-line, sehingga
sistem dagang mencari dan menemukan bola bisa terealisasi dengan baik dan
membawa dampak yang baik pula, bukan hanya kepada si pemilik gerai, tapi kepada
masyarakat sebagai upaya mengejar ketertinggalan pengetahuan mengenai
teknologi.
Oleh karena itu, jagoan hosting hadir dengan Cloud Hosting yang bebas hambatan,
artinya berapapun besar penggunaan file dalam website kita tidak akan
berpengaruh terhadap kecepatan konektivitas jaringan.
Seorang entepreneur muda tentu mempertimbangkan banyak
hal dalam peruntungannya membuka usaha, dengan modal seadanya kebanyakan para
wirausaha muda mencari kelengkapan bisnis dengan harga yang murah namun tidak
murahan. Nah, jagoan hosting hadir dengan HostingMurah dan Domain Murah, dimana
kedua ini sangat membantu para wirausaha muda dalam mengembangkan bisnis.
Tentu masih banyak lagi kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan
oleh para wirausaha muda dalam menjalankan bisnisnya, jika kita bergantung pada
pemerintah maka itu bukanah sebuah solusi yang tepat. Karena pemerintah juga
memiliki program-program yang tentu sudah diprioritaskan terlebih dahulu. Kini,
penantian kita kita alihkan dari pemerintah kepada Jagoan Hosting, bagaimana
kehadiran Jagoan Hosting mampu menjawab seluruh antitesa terhadap kesulitas
akses masyarakat terhadap penggunaan domain yang relevan dengan dunia yang
ditekuni.
Yang ditawarkan oleh Jagoan Hosting tidak lain tidak bukan
adalah suatu upaya untuk Memulai Langkah Baru dalam dunia bisnis/marketing.
Persaingan dalam dunia bisnis menjadi lebih kompleks jika dilakukan dalam ranah
dunia maya, oleh karena itu Jagoan Hosting dengan Cloud Hosting yang memadai,
Domain Murah, dan Hosting Murah turut membantu kita sebagai calon wirausaha
mampu mengembangkan metode bisnis kearah yang lebih baik, ke era digitalisasi, ke
arah yang lebih efisien dan tentunya dapat meningkatkan kualitas e-commerse di Indonesia. So, waktunya
move on sob !
Terima kasih kepada Jagoan Hosting yang sudah memberikan
jawaban atas penantian kami selama ini, penantian terkait tentang pengembangan
bisnis online yang kini marak di dunia virtual. Kini dengan fitur-fitur yang
ada dalam Jagoan Hosting membuat kami optimis dalam pekerjaan bisnis/marketing
kami.
Semoga semua bisa merasakan manfaat ini, dan kedepan dunia
ekonomi digital di Indonesia bisa mengalami peningkatan yang positif dan
Indonesia tidak dipandang sebelah mata karena ketertinggalan teknologi
komunikasi dan informasi, karena Jagoan Hosting sudah memudahkan kita dalam hal
pelayanan perhostingan.
Saya siap melangkah bersama Jagoan Hosting, kamu ?
Senin, 22 Januari 2018
Mengawal Harta Bangsa Yang Sesungguhnya
Jika kita disuruh untuk
menyebutkan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia ini tentu akan ada beragam
jawaban yang bersifat materialistis, seperti jumlah sumber daya alam yang
melimpah, contohnya minyak bumi, batubara, gas alam, dan lain-lain. Kemudian ada
juga yang akan menjawab sumber daya manusia yang dimiliki bangsa ini juga
merupakan harta bangsa Indonesia, kemudian keberagaman suku dan budaya,
anak-anak Indonesia sang generasi penerus dan banyak lagi yang bisa disebutkan
sebagai sebuah jawaban atas pertanyaan : Apa saja harta yang dimiliki oleh
Bangsa Indonesia ?
Ada pepatah lama
menyebutkan, Seberapa besarpun modal yang kita gunakan untuk membuka atau
membuat usaha, jika kita tidak bijak dalam menggunakannya sampai kapanpun modal
tersebut tidak akan pernah cukup. Kita bisa menggunakan pepatah ini dalam
konteks mengawal harta bangsa atau dalam hal ini BPK Kawal Harta Negara. Kita mengibaratkan
harta yang berlimpah diatas sebagai “Modal” dalam membuka sebuah usaha. Kemudian
“Usaha” yang disebut pada pepatah diatas kita konotasikan menjadi cita-cita
nasional bangsa Indonesia, seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Nah,
BPK kita umpamakan sebagai si pembuka usaha tersebut.
Modal yang berlimpah
tentu tidak menjanjikan sebuah usaha dapat berdiri tegak sesuai dengan apa yang
diharapkan. Perlu sesorang/badan yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang
mumpuni untuk menglola “modal-modal” tersebut supaya bisa merubah situasi dan
kondisi si pengusaha atau dalam hal ini merubah wujud bangsa Indonesia kearah
yang lebih baik. Tentu itu menjadi harapan kita semua. Tapi yang paling penting
adalah bukan seberapa besar modal yang kita gelontorkan untuk mewujudkan bangsa
Indonesia sesuai amanat UUD 1945, namun bagaimana kita sebagai masyarakat mampu
memberikan kepercayaan penuh kepada pemerintah dalam mengelola harta bangsa
Indonesiayang tidak terbilang nilai nominalnya tersebut. Perlu ada keperayaan
lebih kepada pengelola uang negara dan kepada pengawas negara.
Inilah nilai harta
bangsa Indonesia yang paling tinggi nominalnya, bahkan saya rasa nominal
tertinggi jika seluruh kekayaan bangsa Indonesia ini dijumlahkan. Bagaimana tidak
besar, kepercayaan ini merupakan modal terbesar bangsa Indonesia untuk memulai
sebuah perjuangan, khususnya bagi para pengelola keuangan negara (Eksekutif)
dalam membangun Infrastuktur, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan
lain-lain. Dan kepercayaan yang tidak kalah penting, yaitu kepercayaan terhadap
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Saya yakin BPK tidak akan bekerja maksimal
dalam mengawasi keuangan negara jika masyarakat Indonesia sendiri tidak percaya
akan kinerja BPK. Itulah mengapa kepercayaan ini sangat mahal harganya.
Mari kita bersama-sama
mengawal harta yang paling berharga ini, tentu kita mulai dari hal-hal yang
sederhana saja seperti menceritakan bagaimana tugas pokok dan fungsi BPK yang
sebenarnya, dan kenapa kita harus percaya kepada BPK, mengapa harus BPK yang
mengawasi keuangan negara kita, kita bisa menjelaskan kepada anak-anak,
kerabat, maupun saudara. Tentu akan lebih baik jika menjelaskan dengan
data-data yang akurat, bila perlu membawa hasil cetak visi-misi serta Rencana
Strategis BPK RI dalam mewujudkan cita-cita nasional Bangsa Indonesia.
Dengan terkawalnya
kepercayaan masyarakat terhadap BPK dalam melaksanakan tugasnya, harapannya
tentu dapat membawa BPK lebih semangat, lebih profesional dan lebih independent
dalam kinerja, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kebanyakan masyarakat
bangsa Indonesia. Supaya modal-modal yang bersifat materialistis seperti yang
disebutkan diatas tadi bisa digunakan sebagai modal penggerak untuk membawa
Indonesia kearah yang lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera.
Subtema yang digunakan :
BPK dan Kesejahteraan Rakyat
Sumber referensi tulisan :
Rabu, 28 Juni 2017
PERNYATAAN SIKAP CIVITAS AKADEMIKA UNJA TERHADAP TERORISME, RADIKALISME DAN LGBT
Radikalisme,
terorisme dan tindakan ekstrim lainnya merupakan masalah internal Negara saat
ini yang terbilang susah untuk diatasi. Aksi-aksi tersebut mengingatkan pemuda
terkhusus civitas akademika akan apa yang pernah disampaikan oleh presdien
soekarno “lawan ku lebih mudah karena mengusir penjajah, lawan mu lebih sulit
karena melawan bangsa sendiri” hal inilah yang saat ini seperti jadi kenyataan
dalam perjalanan bangsa saat ini. ditengah derasnya arus radikalisme dan juga
terorisme menjadi salah satu tantangan tersendiri.
Sebagai
universitas yang memegang teguh prinsip dari tridharma perguruan tinggi yaitu
pendidikan, penelitian, berikut dengan pengabdian. Universitas jambi yang
merupakan salah satu universitas terbesar di pulau sumatera telah menjadi role
model bagi universitas-universitas lain se Indonesia untuk melakukan aksi
menolak radikalisme dan juga terorisme . dan jika dihubungkan dengan tridharma
perguruan tinggi hal seperti ini merupakan bagian dari suatu pengwujudan dari
tridharma tersebut.
Masalah
teroris baik teroris nasional maupun teroris internasional harus dicegah dan
diatasi secara bersamasama, hal inilah yang telah dilakukan oleh Universitas
Jambi dalam deklarasi yang digelar pada 11 februari 2016 dengan menggandeng
antar lintas sektor pada saat deklarasi dengan melibatkan 1000 personil dari
Tentara Nasional Indonesia (TNI) 500 anggota pramuka, dan mengikutkan Menwa,Ormas, Tokoh
lintas agama , dan juga tokoh pemuda.
Suatu
deklarasi yang penuh makna tentunya sikap yang ditempuh, mengenai sikap dari
civitas akademika universitas jambi menanggapi hal-hal yang mampu mengikis
keutuhan dan kesatuan bangsa. Tindakan
ini sejalan dengan apa yang menjadi arahan dari kepala Negara yang sekaligus
kepala pemerintahan yaitu presiden
jokowi yang mengatakan perlunya usaha bela Negara, yang jika dikodifikasi oleh
universitas salah satu caranya adalah dengan deklarasi, dan jika hendak
ditindaklanjuti lebih jauh lagi adalah dengan penerapannya yang lebih jauh
dilaksanakan ketika pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) yang merupakan suatu
kewajiban bagi mahasiswa/I sebelum memperoleh gelar sarjana.
Selangkah
lebih maju dari berbagai universitas yang ada di Indonesia, sebab unja adalah
salah satu universitas yang pertama kali mendeklarasikan penolakan terhadap masalah
ini setelah melihat adanaya fenomena-fenomena yang memiriskan permasalahan
bangsa ini sehingga tidak sedikit energy dari yang bertugas mengurus Negara ini
habis sia-sia tanpa manfaat karena hannya mengurusi masalah yang tidak
produktif.
Banyaknya
mahasiswa/mahasiswi yang menempuh
pendidikan
di kampus ini menjadi salah satu factor penguat bagi unja sendiri untuk
menyampaikan pesan penolakan terhadap tindakan terorisme dan juga radikalisme dan
dibantu lagi dengan penyebaran kampus yang tidak hannya berada disatu tempat.
Oleh karenanya luasan jangkauan wilayah masyarakyat akan lebih maksimal.
Gejala sosial yang sedang
terjadi dewasa ini baik sekala nasional dan internasional adalah komunnitas
Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) secara pesat mempengaruhi dunia
saat ini. dengan globalisasi yang semakin pesat mendorong intervensi terhadap
negara-negara luar. Tanpa adanya
kesiapan dan perlindungan akan moral dengan moril Indonesia terutama pemuda negara ini akan
terbawa arus globalisasi bahkan dapat mengancam keutuhan budaya yang baik dari
negara Indonesia.
Permasalahan yang dialami
negara Indonesia dari waktu ke waktu semakin memaparkan bahwa banyak hal yang
harus kita kembalikan terhadap esensi cita-cita bangsa Indonesia jelas tertuang
pada pembukaan UUD 1945. Univeritas Jambi bersama segala elemen dan antar
sektor yang berkaitan dengan segala
komitmen akan menjaga esensi dari tujuan bangsa Indonesia untuk melahirkan
generasi yang cerdas.
Pada Berita Aktual, Rabu
(10/2) Rektor Universitas Jambi Prof. Dr. Johni Najwan. SH., MH., Ph.D
menyampaikan bahwa selain meningkatkan wawasan kebangsaan bagi Civitas Kampus
Unja, pastinya juga untuk mensinergikan TNI dan Civitas Unja dalam menghadapi persoalan
kebangsaan. Khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan,
diantaranya tindakan radikalisme, terorisme dan komunitas Lesbian, Gay,
Biseksual dan Transgender (LGBT) yang saat ini mulai mencuat.
Pernyataan Rektor
Universitas Jambi menyikapi bahwa pesatnya pertumbuhan dan pegaruh (LGBT) saat ini
membawa perubahan nantinya terhadap kebudayaan Indonesia sebagai negara yang
bermoral dan beragama. Karena pada hakikatnya semua agama di Indonesia melarang
keras akan fenomena sosial tersebut tanpa terkecuali. Beberapa negara lain
didunia saat ini bahkan telah melegalkan akan keberadaan dan hak (LGBT). Bahkan
beberapa pemegang kekuasaan dinegara luar telah mengalami hal ini.
Selain itu, deklarasi dan kegitan tersebut juga untuk
menunjukkan kepada masyarakat bahwa selain untuk meningkatkan wawasan kebangsaan
dan gotong royong bersama bisa menambah semangat kebersamaan untuk bela negara melalui
penguatan antar individu.
Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi
untuk wajib bela negara. Jadi dengan gotong royong itu menambah semangat kita
juga bahwa bela negara itu tidak mesti hanya berperang tetapi juga dengan
gotong royong itu menambah semangat kita juga. Kita satu payung NKRI (Negara
Kesatuan Republik Indonesia) untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap bangsa
dan negara,” ucapnya
Dengan kegiatan tersebut Rektor
berharap untuk Civitas Unja bisa tumbuh kesadaran dan tanggung jawab terhadap
bela negara serta membangun kampus secara bersama. “semoga dengan kegiatan ini,
semua Civitas Unja bisa memperlihatkan kepedulian tinggi terhadap kemajuan
Negara dan terlepas dari aksi terorisme dan radikalisme begitu juga dengan LGBT
yang tidak mencerminkan budaya bangsa Indonesia.
Selasa, 08 September 2015
Gebyar TIK Jambi 2015
Hai sahabat Estomihi Bloog, perkembangan tekhnologi sekarang bisa dibilang sangat pesat, untuk itu kita sebagai generasi penerus harus sigap dengan pesatnya tekhnologi tersebut. Nah,untuk menangani hal tersebut,para Orang Tua dan Guru juga harus mengambil langkah positif,yaitu dengan mengadakan 'Gebyar TIK Jambi 2015' yang akan dilaksanakan mulai dari tanggal 7-10 September 2015 di Hotel Novita Jambi.
Adapun Maksud dan Tujuan diadakan Gebyar TIK Jambi 2015 yaitu :
1.Menaplikasikan Tekhnologi TIK dalam bidang Pendidikan
2.Wadah kreatifitas dan unjuk potensi TIK Guru/Sekolah se-Provinsi Jambi
3.Mendorong dan meningkatkan pengembangan dan pemanfaatan TIK di Sekolah
4.Menumbuhkan kesadaran pendayagunaan tekhnologi yang tepat-guna
Peserta yang dapat ikut berpartisipasi yaitu :
Seluruh Guru dan Siswa SD/MI,SMP/MTs,SMA/SMK/MA serta Bupati/Walikota se-Provinsi Jambi
Dan kategori Lomba yang diperlombakan adalah :
1.Lomba Blog Siswa (diikuti oleh siswa SMA,SMK,dan MA se-Provinsi Jambi)
2.Lomba Blog Guru (diikuti oleh Guru se-Provinsi Jambi)
3.Lomba Website Sekolah (diikuti oleh siswa sekolah SD,SMP,dan SMA sederajat se-Provinsi Jambi)
4.Lomba Pembuatan Media Pembelajaran (diikuti oleh Guru se-Provinsi Jambi)
5.Kuis Kihajar (diikuti oleh siswa SD,SMP dan SMA sederajat se-Provinsi Jambi)
6.Lomba Film Dokumenter Pendidikan (diikuti oleh Siswa dan Guru se-Provinsi Jambi)
7.Lomba Fotografi Pendidikan (diikuti oleh Siswa dan Guru se-provinsi Jambi)
8.e-Learning Award (diikuti oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota se-Provinsi Jambi)
Untuk Info Lebih lengkapnya, sahabat bisa klik DISINI
sumber : gebyartikjambi2015.blogspot.com
4.Lomba Pembuatan Media Pembelajaran (diikuti oleh Guru se-Provinsi Jambi)
5.Kuis Kihajar (diikuti oleh siswa SD,SMP dan SMA sederajat se-Provinsi Jambi)
6.Lomba Film Dokumenter Pendidikan (diikuti oleh Siswa dan Guru se-Provinsi Jambi)
7.Lomba Fotografi Pendidikan (diikuti oleh Siswa dan Guru se-provinsi Jambi)
8.e-Learning Award (diikuti oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota se-Provinsi Jambi)
Untuk Info Lebih lengkapnya, sahabat bisa klik DISINI
sumber : gebyartikjambi2015.blogspot.com
Perkembangan Adobe Photoshop
Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan, bersamaAdobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 , versi keduabelas adalah Adobe Photoshop CS5 , dan versi yang terakhir (ketigabelas) adalah Adobe Photoshop CS6.
Photoshop tersedia untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Mac OS; versi 9 ke atas juga dapat digunakan oleh sistem operasi lain seperti Linux dengan bantuan perangkat lunak tertentu seperti CrossOver.
Untuk lebih lengkapnya tentang Adobe Photoshop,sahabat bisa klik DISINI
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Adobe_Photoshop
8 Tips membawakan Materi Stand Up Comedy dengan Baik
Halo sahabat Estomihi Bloog..Apa kabar..?
Kali ini,admin akan memberikan 8 tips membawakan materi Stand Up Comedy dengan baik. Supaya makin maksimal penampilannya di atas panggung,cekidot :)
1. Melawan Demam Panggung.
Menjadi lucu di antara teman-teman hanya memerlukan bakat jenaka. Tapi melucu di hadapan orang-orang tak dikenal memerlukan mental yang kuat untuk melawan demam panggung yang acap mengganggu konsentrasi. Anggap saja Anda adalah orang ternama dan mereka yang menonton adalah penggemar Anda. Dengan begitu, setidaknya Anda bisa lebih santai.
2. Menyiapkan Materi Yang Matang.
2. Menyiapkan Materi Yang Matang.
Anda memiliki bakat melucu yang spontan. Tapi tetap saja, bakat ini dapat meredup seketika ketika Anda dituntut melucu dalam suatu batas waktu. Target tiap satu menit berbicara, rata-rata harus menghasilkan 4-5 tawa penonton. Tanpa didukung materi dan persiapan, apakah Anda yakin bisa lolos dari cercaan penonton yang mengatakan bahwa Anda tidak lucu?
3. Membentuk Karakter.
3. Membentuk Karakter.
Seorang penghibur tentu dan mutlak memiliki karakter. Tak terkecuali untuk menjadi seorang comic. Jika Anda ingin dikenal dan eksis dalam jangka waktu yang lama, sebuah karakter yang menguatkan Anda di panggung mutlak dibutuhkan. Karakter bisa muncul secara alami atau dibentuk sesuai dengan pendekatan jati diri Anda.
4. Memainkan Intonasi Secara Tepat.
4. Memainkan Intonasi Secara Tepat.
Tidak mungkin kita mengundang tawa penonton untuk setiap kata yang keluar dari mulut kita. Dan tidak mungkin juga kita langsung mengucapkan poin lawakan utama tanpa ada penyampaiannya. Dibutuhkan intonasi dalam memainkan kata dan kalimat agar tersambung sempurna serta terserap penonton sesuai dengan apa yang memang kita rencanakan. Permainan mimic, bahasa tubuh hingga property pendukung diperlukan untuk membuat sukses hal ini.
5. Menjadi Berbeda.
5. Menjadi Berbeda.
Yang paling bahaya ketika kita berbicara referensi yang rata-rata berasal dari profil kegemaran kita adalah saat kita meniru habis-habisan orang itu. Perlu diingat, penonton bisa merasa bosan. Pertunjukkan yang berbeda serta berbobot adalah modal kita untuk dapat diminati oleh penonton di tiap waktunya.
6. Hindari Sarkasme.
6. Hindari Sarkasme.
Terlalu biasa pada jati diri lawakan d Indonesia untuk bertindak sarkasme atau kasar (sebagai contoh negatif adalah kasus Olga Syahputra-RED). Biasanya akan menjadi sebuah lelucon yang memancing pingkal tawa penonton secara spontan. Tapi, permasalahannya adalah, penonton tak hanya muncul dari kaum dewasa, tapi juga usia remaja hingga anak-anak. Sarkasme boleh saja, tapi mungkin harus dikemas dengan sesuatu penyampaian yang lebih cerdas.
7. Interaksi Dengan Penonton.
7. Interaksi Dengan Penonton.
Perlu ditegaskan bahwa kita berbicara di panggung tak sekedar monolog absolut. Tapia da sebuah interaksi emosi dengan penonton. Dan inilah kunci keberhasilan untuk menimbulkan kesan dari materi kita. Coba lihat reaksi penonton, jika terjadi salah penyampaian yang akhirnya menyebabkan lawakan menjadi tidak lucu, coba bangun interaksi lagi agar konsentrasi penonton dapat kembali sehingga pesan kita tersampaikan dengan sempurna.
8. Berdoa.
8. Berdoa.
Naungan Tuhan adalah mutlak. Sebelum tampil, cobalah berdoa sejenak agar kita terhindar dari hal-hal yang dapat menggagalkan pertunjukkan kita.
sumber : http://suc.metrotvnews.com/article/kolom/82
Kecanduan jadi Stand Up Comedy
Halo sahabat Estomihi Bloog.. Suka Stand up comedy ? Nih,admin kasih kisah Comic 'Ge Pamungkas' yang tadinya kurang bisa jadi kecanduan Stand Up Comedy. Cekidot :)
Tahun 2011, saat itu Stand Up Comedy Metro TV memiliki program bernama Open Mic. Disanalah awal pertama Ge Pamungkas tampil secara on air. Lalu Ge Pamungkas mengikuti sebuah kompetisi stand up comedy di salah satu stasiun tv swasta.
Menurut Ge, Metro TV segmennya lebih luas, selain itu Metro TV juga sudah paham betul apa yang stand up comedian butuhkan. Stasiun tv lain gak ada stand up mungkin karena juga belum tau apa yang stand up comedian butuhkan, bukan cuma panggung atau mic. Dan Metro TV, pas untuk mewadahi stand up.
Public speaker adalah profesi lain yang ditekuni oleh Ge, karena orang lain cenderung ingin tau bagaimana bisa ngomong di depan umum. Kadang Ge juga nge-MC, tapi Ge sendiri lebih suka dipanggil untuk stand up,passion Ge memang lebih ke stand up comedy. “Pertama kali gue ikutan open mic Metro TV itu paksaan dari temen, ikutan kompetisi stand up di salah satu tv swasta juga karena paksaan dari komunitas. Tapi pas udah terjun lama-lama mikir ada ilmunya juga. Kalo di Metro TV, soal dapet nama, karena Metro TV itu lebih luas penontonnya”, ungkap Ge ke mimin yang kece.
“Dulu ada program Open Mic di Metro TV, tapi sekarang sudah beda, sudah lebih baik. Contohnya dari segi editing, sekarang editor udah tau di mana harus potong bit dan sebagainya. Dan comicnya juga jadi tau kalau kira-kira bit akan dipotong, jadi kita kasih jeda sebelum lanjut ke bit selanjutnya”, jelas Ge.
Mimin bakal ceritain awal cerita Ge Pamungkas nyemplung di dunia stand up comedy….. Awalnya Ge dijebak dan dipaksa sama temennya. Dulu Ge pernah dijahilin sama temenya. Terus Ge bales jahilin temannya dengan ganti status BBM, kirim Broadcast Message, bajak Twitter-nya, terus UNREG paket bulanan BB-nya supaya dia gak bisa ganti (kejem juga si Ge). Akhirnya temennya si Ge bales dendam. Waktu Ge dan temennya lagi nongkrong di Bober Café saat Komunitas Standup Bandung lagi Open Mic. Ge yang lagi makan tiba-tiba dipanggil “kita panggil peserta open mic selanjutnya, ini dia Ge Pamungkas”, Ge bilang “gak bisa, gak bisa”. Terus temennya si Ge ngatain “alah! Banci”. Akhirnya Ge maju ke atas panggung dengan keadaan bingung mau ngomong apa, dari pada di katain banci. Hih, masa ganteng ganteng bencisss!
Nah! Setelah 4 bulan open mic, ternyata Ge merasa lucu, terus besoknya di follow sama admin @StandupIndoBdg dan disuru stand up terus-terusan. Akhirnya kayak nagih, Ge kecanduan bikin orang ketawa. “Di atas panggung, lo diketawain jadi kaya kepuasan tersendiri”, ungkap Ge.
Dan saat ini Ge sedang sibuk stand up, baik on air ataupun off air. Tahun lalu rangkaian 3GP Tour Ge Pamungkas sudah selesai, dan sekarang Ge lagi ikutan syuting film Comic 8 bareng Bintang Bete, Mongol, Mudy Tylor, Ernest Prakasa, Fico, Arie Kriting, Pandji, dll.
Gimana ? Tertarik jadi Stand Up Comedian ?
sumber : http://suc.metrotvnews.com/article/profile/52
5 Tokoh Pendidikan Indonesia
1. Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie
Di urutan pertama adalah Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie, beliau lahir di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 – meninggal di Jombang, Jawa Timur, 25 Juli 1947 pada umur 72 tahun; 4 Jumadil Awwal 1292 H- 6 Ramadhan 1366 H; dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang) adalah salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia. Di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren ia dijuluki dengan sebutan "Hadratus Syeikh" yang berarti Maha Guru.2. Ki Hadjar Dewantara
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun, beliau adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, TUT WURI HANDAYANI, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara.
3. Kyai Haji Ahmad Dahlan

Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis (lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu.
4. Raden Adjeng Kartini
Di urutan ke empat adalah Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, beliau lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. R.A Kartini adalah seorang tokoh pendidikan perempuan dari suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
5.Dewi Sartika
Dewi Sartika, beliau dilahirkan di keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dengan Raden Somanagara. Meskipun bertentangan dengan adat waktu itu, ayah-ibunya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika di sekolah Belanda. Setelah ayahnya wafat, Dewi Sartika diasuh oleh pamannya (kakah ibunya) yang menjadi patih di Cicalengka. Oleh pamannya itu, ia mendapatkan pengetahuan mengenai kebudayaan Sunda, sementara wawasan kebudayaan Barat didapatkannya dari seorang nyonya Asisten Residen berkebangsaan Belanda.
Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di sebuah ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluarganya yang perempuan. Merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, menulis dan sebagainya, menjadi materi pelajaran saat itu.
sumber : http://adibabadi.blogspot.com/2014/01/5-tokoh-pendidikan-indonesia.html
Pelepasan Peserta Gebyar TIK Jambi 2015 Kab.Bungo oleh Dinas Pendidikan Kab.Bungo
Pada hari Senin tanggal 07 September 2015 bertempat di Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo dilaksanakan acara pelepasan para peserta dalam ajang Gebyar TIK Kihajar award tingkat Provinsi Jambi, acara berjalan dengan lancar.
Peserta terdiri dari guru dan murid SD, SMP, SMA, SMK di kabupaten bungo yang mewakili kabupaten bungo di ajang kihajar award Provinsi Jambi, dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan energi positif bagi dunia pendidikan di Provinsi Jabi khususnya Muara Bungo, dengan pemanfaatan ilmu TIK yang matang para guru dan siswa tentu akan lebihh baik lagi di dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.
Dalam kesempatan ini para peserta yang telah mengikuti akan bertanding dalam mewakili setiap kabupaten/kota nya masing-masing, selain mendapatkan penghargaan juga akan mendapatkan biaya pembinaan dari dinas Propinsi Jambi.
sumber : http://mengenaljambi.blogspot.co.id/2015/09/pelepasan-peserta-gebyar-tik-kihajar.html
Senin, 07 September 2015
Gebyar TIK 2015 Jambi diadakan di Hotel Novita Jambi
Hai sahabat Estomihi Bloog..Kali ini,saya akan membagikan info terkait tentang pelaksanaan gebyar TIK Jambi 2015 nih. Hotel Novita merupakan salah satu hotel megah yang ada di kota Jambi, dan Hotel Novita Juga ikut berpartisipasi dalam menyelenggarakan acara Gebyar TIK 2015 Jambi.
Adapun perlombaan yang dilombakan pada hari pertama
(Selasa),8 September 2015 yaitu :
1.Lomba Fotografi Pendidikan (Mini Ballroom)
2.Lomba Web Sekolah (Mini Ballroom)
3.Lomba Media Pembelajaran (Ruang Sultan Thaha)
4.Film Dokumenter Pendidikan (Ruang Datuk Berhala)
Dan pada hari terakhir lomba,Rabu 9 September yaitu :
1.Kuis KiHajar (Mini Ballroom)
2.Lomba Blog Guru (Ruang Sultan Thaha)
3.Lomba Blog Siswa (Ruang Sultan Thaha)
Dukung Estomihi Bloog agar jadi juara ya sahabat...
Jumat, 04 September 2015
Dampak buruk akibat kabut asap.
Halo sahabat Estomihi Bloog ? Gimana liburannya ? Menyenangkan gak ? Yap,liburan kali ini akibat dari Kabut asap yang semakin hari makin memburuk. Untuk itu,saya akan membahas apasaja dampak buruk dari kabut asap.
Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun dalam kondisi sakit. Pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gannguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.
Berikut ini dampak akibat gangguan asap bagi kesehatan kita.
- Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
- Kabut asap dapat memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sebagainya.
- Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
- Bagi mereka yang berusia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.
- Kemampuan dalam mengatasi infkesi paru dan saluran pernapasan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
- Berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk.
- Bahan polutan pada asap kebakaran hutan dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
- Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan (environment).
sumber:http://dinkes.baritokualakab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=80:awas-bahaya-kabut-asap-&catid=41:berita-umum&Itemid=28
Baru Tersentuh Pendidikan 5 Tahun Lalu
Suku Anak Dalam (SAD) kini banyak berubah. Sentuhan perubahan zaman mengubah kehidupan mereka. Di bidang pendidikan, anak-anak SAD sangat antusias belajar tulis baca. Hal inilah terlihat saat koran ini berkunjung ke kawasan Taman Nasional Bukit 12, Provinsi Jambi.
MEMASUKI perkampungan SAD merupakan pengalaman menarik yang sulit dilupakan. Begitupun saat kunjungan baru-baru ini ke Taman Bukit Dua Belas (12). Setelah melewati waktu enam jam dari Kota Jambi, bersama fotografer, M Ridwan dan Fasilitator Pendidikan, Theo Aldhora Fernando, kami sampai di Simpang Pauh, Sarolangun. Disana, rupanya Depati dari SAD kelompok terap, Ngelambu sudah menunggu. Memakai jaket hitam, celana pendek, rambut lusuh dan sendal jepit, sembari tersenyum ia menyambut kedatangan kami.
“Ini polong yang dari jambei (ini rombongan yang dari Jambi,red),” ujar Nyurau sembari tersenyum.
“Iya pak Depati, (sebelumnya saya sudah diberitahu oleh pendamping kami Theo, bahwa dia merupakan Depati),” jawab saya.
Ia menyebutkan jalan untuk masuk ke lokasi tempat tinggalnya rusak parah karena belum tersentuh pembangunan. Kendati demikian tetap bisa dilewati mobil dengan double gardan.
“Jalon leak, tapi mobel dubol beso masuk (jalan becek, tapi bisa masuk dengan menggunakan mobil dobel gabin),” katanya.
Perjalanan dari Simpang Pauh ditempuh dalam waktu lama. Memang di daerah tersebut pemukiman warga. Ke lokasi pemukiman SAD, kami melewati kawasan perkebunan sawit PT EMAL. Disana, kami langsung melalui jalan tanah.
Dalam perjalanan, hanya terlihat hamparan kebun sawit dan beberapa anak sungai. Hampir satu jam perjalanan, kawasan PT Emal pun kami lewati. Kami pun masuk ke wilayah lahan karet HTI yang dikelola PT Wahana Perintis, saya pun bertanya, kapan kita masuk ke wilayah hutan tempat tinggal Depati?
“Dido hutan lagi, sudah habaih ngan orang PT (Tidak ada lagi, semuanya sudah habis, red),” jawab Depati.
Mendengar jawaban itu, bulu roma saya merinding. Bagaimana tidak, sembari menunjukkan hamparan kebun karet yang luasnya mencapai 6000 hektare, Depati menyebutkan jika di sekitaran lahan tersebut adalah wilayah jelajah dan tanah ulayat mereka. Bahkan, kuburan nenek moyang dan rumah lama yang bagi mereka sangat sakral, sudah tidak ada lagi. Habis tergusur oleh pihak perusahaan.
Satu jam lamanya melewati hamparan kebun karet dengan sayup mata memandang, akhirnya satu persatu pondok dengan atap terpal hitam dan berlantaikan kayu yang dilapisi tikar terlihat. Jarak pondok yang berukuran 2×3 itu dengan yang lainnya arak sekitar 10 meter.
Pemukiman pertama, ada sekitar lima pondok yang sama. Disana terlihat beberapa anak kecil sedang bermain. Sedangkan orang dewasa tengah asik ngobrol antara satu dengan yang lainnya.
Kami meneruskan perjalanan ke pemukiman Temenggung SAD Kelompok Terap, Marituah. Dimana, di lokasi yang letaknya di perbukitan itu ada sekitar 10 pondok. Miris, mereka tidak lagi tinggal di dalam hutan, tetapi sudah berada di sudut lahan karet. Ini merupakan hutan dan wilayah jelajah mereka yang sudah dibabat oleh perusahaan.
Sesaat kami memarkirkan kendaraan, seakan-akan letih dalam perjalan menuju ke lokasi itu hilang. Kami disambut anak-anak orang rimba, tanpa baju yang hanya mengenakan pakaian khas mereka yang biasa disebut cancut, mendekati kami. Itu adalah kebiasan yang dilakukan oleh mereka jika melihat orang asing.
Depati dan fasilitator dari Warsi ini Theo, langsung mengantarkan kami untuk bertemu tumenggung, dan dipersilahkan untuk menunggu di depan sebuah pondok. 10 menit menunggu, terlihat seorang dengan rambut lusuh, tanpa alas kaki dan hanya mengenakan cancut mendekati kami.
Setelah diberitahu Theo, ternyata itu adalah tumenggung yang merupakan pemimpin kelompok ini. Kami pun langsung berjabat tangan dan mengenakan diri, serta menyampaikan maksud dan tujuan kami. Dia menyampaikan, bahwa kami harus mematuhi adat mereka. Dimana, kami tidak diperbolehkan mengambil mengabadikan gambar wanita dan rumah mereka. Karena menurut kepercayaan SAD, rumah sangat sakral, kemudian wanita adalah hal yang harus dilindungi.
Kendati demikian, sang Tumenggung mengizinkan kami untuk melihat dan meliput kegiatan belajar anak-anak mereka yang mana semuanya adalah anak laki-laki dari umur 10-15 Tahun.
“Disiko jangon ngambik foto, Dido boleh. Kalau nak meliput kegiatan anak-anak belajar boleh, dak apo-apo lah,” ujar tumenggung.
Hanya saja, kami tidak bisa melihat anak-anak belajar di tempat tersebut. Dikatakan Theo,bahwa lokasi belajar mereka ada di suatu tempat yang merupakan pondok belajar. Namun, pondok itu tidak selalu digunakan. Pasalnya, ia harus mengikuti mereka yang selalu berpindah-pindah tempat di wilayah tersebut.
“Kalau pondok itu, hanya digunakan ketika kelompok mereka berada disekitar pondok itu. Tetapi kalau mereka berpindah-pindah, saya juga mengikuti mereka,” kata Theo.
Beruntung, saat itu anak-anak yang aktif dalam belajar tengah berkumpul di pemukiman Tumenggung Marituah, jadi mereka langsung mengikuti kami menuju pondok belajar. Sekitar 30 menit disana, kami melanjutkan perjalanan menuju pondok belajar di bibir hutan. Masih dalam kawasan lahan karet, terlihat beberapa pondok yang sudah mereka tinggalkan. Melewati sungai Jelute dengan jalan tanah yang terjal. Hampir 5 tempat kami temui, yang merupakan bekas pondok yang mereka tinggalkan. Masih terlihat pakaian serta atap pondok yang terbuat dari terpal hitam.
Perjalanan kami tidak berjalan mulus, beberapa kali kami turun untuk mendorong mobil karena tidak bisa melewati jalan yang sangat-sangat buruk atau yang biasa mereka sebut jalan yang leak. Tepatnya di Sungai Anak Dangku, jalan sangat buruk sehingga membuat kami turun dari dalam mobil.
Satu jam kemudian, tepatnya pukul 16.30 Wib, sampai lah kami di camp yang dibangun oleh pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Warsi. Disana, kami pun langsung beristirahat karena menempuh perjalanan panjang dengan jalan yang buruk dan terjal.
Depati Nyurau mengatakan, kelompoknya menerima untuk diberikan pendidikan hanya sejak lima tahun terakhir. Dimana sebelumnya mereka mengganggap pena sebagai salah satu yang bisa merusak adat dan kebudayaan mereka. Dengan hal itu, banyak LSM yang masuk untuk memberikan pendidikan mereka tolak mentah.
“Sebenanyo dulu zaman nenek moyang kami, kami sering tertipu oleh perusahaan yang memanfaatkan kami untuk mendapatkan lahan. Diberikan surat, ini aku tolong jempol surat ini dengan pak tumenggung ataupun depati. Ini tidak apo-apo surat ini. Sudah jempol taunyo hutannyo habis,” akunya.
Bahkan, tidak jarang mereka tertipu oleh para tengkulak yang menampung hasil pencaharian mereka. Dimana, pengepul tidak membayar penuh sesuai dengan nilai yang harus ia terima. Mereka hanya menerima saja karena memang tidak mengerti dengan nilai uang dan lainnya.
Berawal dari hal tersebut, kata Depati, kelompoknya meminta kepada Zulkifli, warga masyarakat yang mengikuti kelompok ini sejak 1973. “Tu awal-awal mangkonyo kami cari orang yang biso mendampingi suku anak dalam, tolong iajak sekolah jangan lagi ditipu orang. Itu namonyo Pak Zul bapak angkat kami (sembari menunjukkannya),,” ucap Depati.
Dengan itu para petinggi kelompok langsung berunding. Penuh pertimbangan, akhirnya kelompok SAD Terap ini menyatakan untuk menerima masuknya pendidikan. Namun ada satu syarat, yakni meski anak cucu mereka sekolah tinggi, setelah selesai harus kembali ke kelompok mereka agar bisa membimbing dan memberikan yang terbaik untuk kelompok.
“Waktu itulah kami menerimo. Syaratnyo walaupun sekolah tinggi, kalau sudah selesai tetap balik ke rimbo. Barulah anak ini ado sekolah,” terangnya.
Pria dengan tinggi sekitar 160 Cm ini, menyatakan harapan yang sangat besar kepada anak-anak yang mengikuti pelajaran. “Harapannyo dengan anak ini memang besar, mereka memang harus tulus-tulus tukang tulis baco agar jangan lagi ditipu orang. Kalau ado surat masuk, kami tinggal sodorkan bae lagi,” pungkasnya
Semenjak anak-anak ini sudah mulai sekolah, lanjutnya, kemudian juga dengan adanya pendamping dari LSM, kelompoknya tidak lagi ditipu. Bahkan saat ini mereka sudah mengunci rapat kepada perusahaan yang ingin menebangi pohon mereka. “Sudah ada surat yang masuk, tapi bisa dibaca, kalau surat nya baik yo kami jempol, kalau buruk kami buang. Kalau dulu main jempol bae,” tutupnya.
sumber : http://www.jambiekspres.co.id/berita-19646-baru-tersentuh-pendidikan-5-tahun-lalu.html


























