teks

Perbarui Info & Tips Unik di Estomihi Bloog

Blog Competition

Lomba Penulisan Artikel Di Blog Untuk Kalangan Pelajar Dan Mahasiswa (Universitas Jambi)

Fotografi bukan cuma sekedar Selfie

Kalangan muda biasanya menggunakan kamera hanya untuk hunting a.k.a Selfie belaka. Cobalah hal-hal baru.

Kabut asap masih menyelimuti wilayah Jambi dan daerah lainnya

Kabut asap dapat menyebabkan sesak nafas,mata merah, dan penyakit kecil lainnya.

Serunya Dunia SMK

Teman-teman sekolah di SMK bisa jadi mitra kerja di dunia usaha kelak

Gebyar TIK 2015 diadakan di Hotel Novita Jambi

Berbeda dari tahun sebelumnya, gebyar TIK 2015 diadakan di Hotel Novita,dan pada tahun sebelumnya diadakan di Jambi Town Square (Jamtos)

Selasa, 08 September 2015

Kecanduan jadi Stand Up Comedy

Halo sahabat Estomihi Bloog.. Suka Stand up comedy ? Nih,admin kasih kisah Comic 'Ge Pamungkas' yang tadinya kurang bisa jadi kecanduan Stand Up Comedy. Cekidot :)
Tahun 2011, saat itu Stand Up Comedy Metro TV memiliki program bernama Open Mic. Disanalah awal pertama Ge Pamungkas tampil secara on air. Lalu Ge Pamungkas mengikuti sebuah kompetisi stand up comedy di salah satu stasiun tv swasta. 
 
Menurut Ge,  Metro TV segmennya lebih luas, selain itu Metro TV juga sudah paham betul apa yang stand up comedian butuhkan. Stasiun tv lain gak ada stand up mungkin karena juga belum tau apa yang stand up comedian butuhkan, bukan cuma panggung atau mic. Dan Metro TV, pas untuk mewadahi stand up.
 
Public speaker adalah profesi lain yang ditekuni oleh Ge, karena orang lain cenderung ingin tau  bagaimana bisa ngomong di depan umum. Kadang Ge juga nge-MC, tapi Ge sendiri lebih suka dipanggil untuk stand up,passion  Ge memang lebih ke stand up comedy. “Pertama kali gue ikutan open mic Metro TV itu paksaan dari temen, ikutan kompetisi stand up di salah satu tv swasta juga karena paksaan dari komunitas. Tapi pas udah terjun lama-lama mikir ada ilmunya juga. Kalo di Metro TV, soal dapet nama, karena Metro TV itu lebih luas penontonnya”, ungkap Ge ke mimin yang kece.
 
“Dulu ada program Open Mic di Metro TV, tapi sekarang sudah beda, sudah lebih baik. Contohnya dari segi editing, sekarang editor udah tau di mana harus potong bit dan sebagainya. Dan comicnya juga jadi tau kalau kira-kira bit akan dipotong, jadi kita kasih jeda sebelum lanjut ke bit selanjutnya”, jelas Ge.
 
Mimin bakal ceritain awal cerita Ge Pamungkas nyemplung di dunia stand up comedy….. Awalnya Ge dijebak dan dipaksa sama temennya. Dulu Ge pernah dijahilin sama temenya. Terus Ge bales jahilin temannya dengan ganti status BBM, kirim Broadcast Message, bajak Twitter-nya, terus UNREG paket bulanan BB-nya supaya dia gak bisa ganti (kejem juga si Ge). Akhirnya temennya si Ge bales dendam. Waktu Ge dan temennya lagi nongkrong di Bober CafĂ© saat Komunitas Standup Bandung lagi Open Mic. Ge yang  lagi makan tiba-tiba dipanggil “kita panggil peserta open mic selanjutnya, ini dia Ge Pamungkas”, Ge bilang “gak bisa, gak bisa”. Terus temennya si Ge ngatain “alah! Banci”. Akhirnya Ge maju ke atas panggung dengan keadaan bingung mau ngomong apa, dari pada di katain banci. Hih, masa ganteng ganteng bencisss!
 
Nah! Setelah 4 bulan open mic, ternyata Ge merasa lucu, terus besoknya di follow sama admin @StandupIndoBdg dan disuru stand up terus-terusan. Akhirnya kayak nagih, Ge kecanduan bikin orang ketawa. “Di atas panggung, lo diketawain jadi kaya kepuasan tersendiri”, ungkap Ge.
 
Dan saat ini Ge sedang sibuk stand up, baik on air ataupun off air. Tahun lalu rangkaian 3GP Tour Ge Pamungkas sudah selesai, dan sekarang Ge lagi ikutan syuting film Comic 8 bareng Bintang Bete, Mongol, Mudy Tylor, Ernest Prakasa, Fico, Arie Kriting,  Pandji, dll.

Gimana ? Tertarik jadi Stand Up Comedian ?

sumber : http://suc.metrotvnews.com/article/profile/52

5 Tokoh Pendidikan Indonesia

1.  Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie
Di urutan pertama adalah Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie, beliau lahir di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 – meninggal di Jombang, Jawa Timur, 25 Juli 1947 pada umur 72 tahun; 4 Jumadil Awwal 1292 H- 6 Ramadhan 1366 H; dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang) adalah salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia. Di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren ia dijuluki dengan sebutan "Hadratus Syeikh" yang berarti Maha Guru.

2. Ki Hadjar Dewantara

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun, beliau adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, TUT WURI HANDAYANI, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara.


3. Kyai Haji Ahmad Dahlan

Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis (lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu.


4. Raden Adjeng Kartini

Di urutan ke empat adalah Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, beliau lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. R.A Kartini adalah seorang tokoh pendidikan perempuan dari suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.



5.Dewi Sartika

Dewi Sartika, beliau dilahirkan di keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dengan Raden Somanagara. Meskipun bertentangan dengan adat waktu itu, ayah-ibunya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika di sekolah Belanda. Setelah ayahnya wafat, Dewi Sartika diasuh oleh pamannya (kakah ibunya) yang menjadi patih di Cicalengka. Oleh pamannya itu, ia mendapatkan pengetahuan mengenai kebudayaan Sunda, sementara wawasan kebudayaan Barat didapatkannya dari seorang nyonya Asisten Residen berkebangsaan Belanda.
 
Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di sebuah ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluarganya yang perempuan. Merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, menulis dan sebagainya, menjadi materi pelajaran saat itu.

sumber : http://adibabadi.blogspot.com/2014/01/5-tokoh-pendidikan-indonesia.html

Pelepasan Peserta Gebyar TIK Jambi 2015 Kab.Bungo oleh Dinas Pendidikan Kab.Bungo


Pada hari Senin tanggal 07 September 2015 bertempat di Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo dilaksanakan acara pelepasan para peserta dalam ajang Gebyar TIK Kihajar award tingkat Provinsi Jambi, acara berjalan dengan lancar.
Peserta terdiri dari guru dan murid SD, SMP, SMA, SMK di kabupaten bungo yang mewakili kabupaten bungo di ajang kihajar award Provinsi Jambi, dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan energi positif bagi dunia pendidikan di Provinsi Jabi khususnya Muara Bungo, dengan pemanfaatan ilmu TIK yang matang para guru dan siswa tentu akan lebihh baik lagi di dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.

Dalam kesempatan ini para peserta yang telah mengikuti akan bertanding dalam mewakili setiap kabupaten/kota nya masing-masing, selain mendapatkan penghargaan juga akan mendapatkan biaya pembinaan dari dinas Propinsi Jambi.

Acara sendiri berlangsung dari tanggal 07 september 2015 - 10 september 2015 bertempat di Novita hotel Kota Jambi. selain acara perlombaan TIK se provinsi Jambi akan diadakan juga sosialisasi tentang TIK yang kali ini mengangkat tema Cyber crime. semoga dengan diadakannya acara ini dapat memberikan dampak yang lebih baik bagi kemajuan Pendidikan di Provinsi Jambi.
sumber : http://mengenaljambi.blogspot.co.id/2015/09/pelepasan-peserta-gebyar-tik-kihajar.html
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

 

Kontak Admin di :

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramEmail